Jumat, 20 April 2012
Sabtu, 10 Maret 2012
Tanda kiamat
Beriman kepada hari kiamat merupakan unsur pokok keimanan dalam Islam. Tanpa beriman kepada hari kiamat, iman seseorang tidak akan diterima. Sebagaimana tidak diterima apabila tidak beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan qadha qadar dariNya.Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “…Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian (kiamat), maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”(An-Nisaa’:136).
Mengenai kepastian adanya Hari kiamat itu sendiri Allah menegaskan dalam firman-firmanNya, diantaranya: “Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-sekali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan , kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (At-Taghabun 64:7).
Allah subhannahu wa ta’ala berfirman pula, yang artinya : “…serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.” (As-Syura 42:7) Dan firman Allah Subhannahu wa Ta’ala yang artinya: “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml 27:82).
Firman Allah Subhannahu wa Ta’ala yang artinya : “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari kiamat), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.” (Al-Anbiyaa’: 96-97).
Firman Allah Subhannahu wa Ta’ala yang artinya : “Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata : Ambillah, bacalah kitabmu (ini). Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab (perhitungan) terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: Wahai alangkah baiknya sekiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku. (Allah berfirman): Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.” (Al-Haaqqah 69:13-34).
Masih banyak ayat-ayat lain di dalam Al-Qur’an yang menegaskan tentang hari kiamat.
TANDA-TANDA KIAMAT
Adapun tanda-tanda kiamat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan dengan beberapa haditsnya. Diantaranya: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum adanya sepuluh tanda-tanda kiamat, yaitu tenggelam di Timur, tenggelam di Barat, tenggelam di Jazirah Arab, adanya asap, datangnya Dajjal, Dabbah (binatang melata yang besar), Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari sebelah barat, keluar api dari ujung Aden yang menggiring manusia, dan turunnya Nabi Isa.” (Hadits Riwayat Muslim).
Penjelasan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya yang lain: “Dajjal datang kepada umatku dan hidup selama 40 tahun, lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, kemudian ia mencari Dajjal dan membinasakannya. Kemudian selama 70 tahun manusia hidup aman dan damai, tak ada permusuhan antara siapapun. Sesudah itu Allah meniupkan angin yang dingin dari arah negeri Syam (kini Suriah, pen). Maka setiap orang yang dalam hatinya masih ada kebajikan meskipun sebesar atom, pasti menemui ajalnya. Bahkan jika seandainya seseorang dari kamu masuk ke dalam gunung, pasti angin itu mengejarnya dan mematikannya. Maka sisanya tinggal orang-orang jahat seperti binatang buas (fii khiffatit thoiri wa ahlaamis sibaa’), mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Dan syetan menjelma pada mereka (manusia) lalu berkata: Maukah kamu mengabulkan? Manusia berkata: Apa yang akan kamu perintahkan kepada kami? Syetan lalu memerintahkan kepada mereka agar menyembah berhala, sedang mereka hidup dalam kesenangan. Kemudian ditiuplah sangkakala. Tapi seorangpun tak akan mendengarnya kecuali orang yang tajam pendengarannya. Dan orang yang pertama kali mendengarnya yaitu seorang laki-laki yang mengurusi untanya. Nabi bersabda: Maka matilah semua manusia. Kemudian turunlah hujan seperti hujan gerimis. Maka keluarlah dari situ jasad manusia (dari kubur-kuburnya). Kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu. Lalu dikatakan kepada mereka: Wahai manusia, marilah menghadap kepada Tuhanmu dan merekapun berada di Mahsyar karena mereka akan diminta tanggung jawabnya. Kemudian dikatakan kepada mereka, pergilah kamu karena neraka telah dinyalakan, lalu dikatakan lagi: Dari berapakah? Lalu dikatakan lagi: Dari setiap seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang. Begitulah keadaannya pada hari anak dijadikan beruban dan pada hari betis disingkap (hari kiamat yang menggambarkan orang sangat ketakutan yang hendak lari karena huru-hara kiamat).” (Hadits Riwayat Muslim).
Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika berkhutbah : “Wahai manusia, bahwasanya kamu nanti akan dihimpun Allah dalam keadaan telanjang kaki, telanjang bulat, dalam keadaan kulup (tidak dikhitan). Ingatlah bahwa orang yang mula-mula diberi pakaian adalah Ibrahim AS. Ingatlah bahwa nanti ada di antara umatku yang didudukkan di sebelah kiri. Ketika itu aku berkata: Ya Tuhan, (mereka itu adalah) sahabatku. Lalu Tuhan berkata: Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sesudah kamu (wafat).” (HR Muslim).
PERTANGGUNG JAWABAN
Mengenai pertanggungan jawab perbuatan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada hari kiamat, setiap hamba tak akan melangkah sebelum ditanya empat hal, yaitu tentang umur untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, dan (kesehatan) badannya untuk apa ia pergunakan.” (HR Tirmidzi, hadits hasan shahih, dan teks ini menurut riwayat Muslim).
Tentang dahsyatnya keadaan kiamat sampai manusia tak ingat pada lainnya, adapun penjelasannya: “Dari Aisyah , Bahwa ia teringat Neraka lalu menangis, maka Rasulullah ` bertanya: Apa yang menyebabkan engkau menangis? Aisyah menjawab: Aku teringat pada Neraka, hingga aku menangis. Apakah pada hari kiamat kamu akan ingat pada keluargamu? Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam : Adapun di tiga tempat, orang tidak teringat pada yang lainnya, yaitu ketika ditimbang amalnya sebelum dia mengetahui berat ringannya amal kebaikannya. Ketika buku catatan amalnya beterbangan sebelum dia mengetahui di mana hinggapnya buku itu, di sebelah kanan, kiri, atau di belakangnya. Dan ketika meniti titian/jembatan (shirath) yang terbentang di punggung neraka Jahannam sebelum dia melaluinya.” (HR Abu Daud, hadits hasan).
Itulah peristiwa kiamat yang wajib kita yakini beserta tanda-tandanya. Semuanya itu merupakan hal yang ghaib, hanya Allah yang mengetahui, sedang Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallammengkhabarkan itu dari wahyu Allah. Maka hal-hal yang tak sesuai dengan penjelasan Allah dan RasulNya mesti kita tolak, meskipun datangnya dari orang yang mengaku intelek, pakar, ataupun mengaku telah menyelidiki bertahun-tahun dengan metode yang disebut ilmiah dan canggih. Sebaliknya, kalau itu datang dari Allah dan RasulNya, maka wajib kita imani. Dan beriman kepada Hari kiamat itu merupakan halyangtermasuk pokok di dalamIslam seperti tersebut di atas. Mengingkarinya berarti rusak keimanannya.
CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR
sebutlah seorang gadis yang memilih hidup dalam cangkang yang dibangunnya sendiri. Mengikat hati dan menutup pintunya bagi orang lain. Entah telah berapa lama ia begitu. Tiba-tiba hadir sosok yang mampu mengetuk pintu itu, tanpa peringatan sebelumnya. Gerak-gerik aneh di bawah jendela yang mambangkitkan rasa ingin tahu si gadis. Ketika mereka telah bertatap muka, si gadis semakin yakin bahwa lelaki di hadapannya ini memang aneh. Ia tidak berbicara sepatah pun. Hanya bergerak kesana kemari, lalu bergaya seolah memotret si gadis padahal tak ada kamera di tangannya, dan menunjukkan hasil "jepretannya" itu. Si gadis pun berlalu, ingin masuk kembali ke dalam cangkangnya yg nyaman. Namun lelaki itu tidak menyerah begitu saja. Tanpa lelah mengejar, bahkan ia bawakan layang-layang cantik untuknya. Seperti batu yang retak oleh tetesan air, cangkang keras si gadis mulai meleleh. Perlahan ia membuka pintu hati dan menyambut ajakan lelaki itu untuk bermain. Dunia baru ini begitu melenakan si gadis, ia bahagia! Bahkan hingga saat sang lelaki mengungkapkan perasaan cintanya (tentu bukan dengan kata-kata), ia menyambutnya dengan suka cita malu-malu. Begitulah, hari-hari indah itu terus berlanjut, mereka berbagi kebahagiaan bersama dalam bahasa tubuh saling memahami satu sama lain. Sampailah pada suatu momen si gadis mengundang sang pujaan hati untuk bersantap bersama seperti layaknya pasangan kekasih. Hidangan elegan telah disiapkannya sendiri sepenuh hati. Ia sangat berharap sang kekasih menyukainya. Sambil menyesap minumannya sendiri ia pun mempersilakan si lelaki untuk mulai bersantap. Saat selanjutnya membuat si gadis tiba-tiba tersentak. Ya, si lelaki minum, tapi ia hanya bersikap seolah memegang gelas dan meminum udara kosong, sedangkan gelas itu sendiri masih di tempatnya semula. Ia makan dengan lahap, tapi yang ia makan itu tidak terlihat, dengan sendok garpu imajiner. Sementara spaghetti buatan si gadis masih dalam porsinya semula, tertata rapi di atas piring. Si lelaki tidak menyadari tatapan kecewa kekasihnya, melakukan semua itu dengan wajar. Karena bukankah memang seperti itu hari-hari yang mereka lalui selama ini. Si gadis pun berpikir keras. Ia menyadari ternyata mereka hidup dalam dunia yang sama sekali berbeda, tidak sama seperti sangkaanya selama ini. Lelaki itu tenggelam dalam dunia imajinernya sendiri sehingga tidak bisa lag membedakan antara kenyataan atau khayalan. Si gadis merasa ia sudah tidak mampu lagi mengikuti langkah lelaki itu. Ia tidak bisa hidup seperti itu. Berpura-pura akan adanya sesuatu yang sesungguhnya tidak ada. Dan yang sangat meyakinkannya adalah jika lelaki itu menganggap hidangann darinya hanyalah khayalan, maka dirinya pun berarti hanyalah imajinasi bagi lelaki itu. Maka cerita cinta mereka selama ini ini juga hanya ilusi belaka. Akhirnya si gadis memutuskan bahwa ia tidak bisa meneruskan kebersamaannya dengan si lelaki. Ia menyampaikan salam perpisahan dengan tanpa kata. Si gadis berjalan tanpa menoleh lagi dengan wajah sedih sang lelaki di belakangnya. Lelaki itu pun berlalu dalam kebisuannya. Namun kemudian ada sesuatu mengusik langkahnya. Selembar foto tergeletak di jalan. Potret dirinya saat pertama kali bertemu lelaki itu. Selembar bukti bisu bahwa ia adalah gadis istimewa yang benar-benar nyata baginya. Si gadis diliputi penyesalan luar biasa, namun ke manapun ia menoleh mencari-cari sosok aneh itu - sosok aneh yang ternyata sangat ia cintai - ia tidak bisa menemukannya lagi. Man have their own way to show their feelings, with meaningful silence.. and man with his ego... (Quote from: nicholasjeremyhuangchannel)
Jumat, 17 Februari 2012
aku sayang kamu
sesungguhnya aku sangat mencintai kamu bundda ,, aku gak mau kehilangan kamu selamanya ..
sampai nanti sampai mati aku akan terus bersamamu ,, 01.11.2011
saenin 09 : 30
Langganan:
Komentar (Atom)
